Skip to main content

Posts

Lagi dan Lagi, Idola Rakyat Terjerat Umpan Sindikat

Masyarakat kembali disuguhkan berita kurang sedap. Seorang pemain sinetron muda, Eza Gionino harus berurusan dengan aparat karena kedapatan madat. Eza, diamankan petugas saat mengonsumsi barang haram bernama sabu.  Kasus seperti ini sudah yang kesekian kalinya mendera kalangan selebritis, dan tentu saja ini membuat miris. Idola rakyat lagi-lagi terjerat umpan sindikat. Endingnya, masyarakat geleng-gelang kepala. Penonton kecewa. Sepertinya, narkoba di tengah kaum pesohor publik tak pernah ada habisnya. Beberapa waktu lalu, kita tahu Vitalisa Sesha juga tersandung kasus serupa, yakni penyalahgunaan narkoba. Bersamaan dengan kasus Eza, masyarakat juga dibuat geleng-geleng kepala, saat seorang cucu mantan menteri di era orde baru ketangkap sedang pesta narkoba bersama dua rekannya. Pertanyaannya, mengapa narkoba telah menjelma bak sebuah pusaran kuat yang bisa menarik keras siapa saja yang berada di dekatnya. Jika dilihat dari konteks profesi, selebritis tentu bisa dikatakan ha...

Keenan Injak Dwi Warsa

Sekarang si Jagoan itu sudah dua tahun mengarungi perjalanan hidupnya. Transformasi sikap, perilaku dan penampilannya terus tumbuh berkembang. Yang pasti tambah ganteng kayak bapaknya, pinter kaya mamahnya, dan cerewet kaya nenek moyangnya. Usia dua tahun jadi fase Keenan bereksplorasi dengan gerakan dan ucapan. Dia sudah bisa makan dengan sendok, nunjuk dan sebut nama benda binatang dan lain-lain. dan paling lucu lagi, dia sudah bisa mengatur kami layaknya sutradara. Tidak terasa memang, semoga saja, Satria Keenan Arrais, sang jagoan yang kadang masih suka nangis(kalo ga keturutan kemauannya, hehe) jadi anak yang soleh dan menjaga iman takwa serta harga diri keluarga, bangsa dan negaranya dan tentu saja agamanya. Dengan dinamikanya yang makin bertingkah, makin banyak gaya, kadang memang saya sebagai bapaknya tidak bisa berdamai dengan rasa sabar, kadang terpeleset mengeluarkan sedikit hardikan, tapi dengan penuh ketulusan itu bukan sesuatu yang ingin disengaja. Itu bukan dengan ...

narkoba the real terror

Narkoba, Teror Yang Sebenarnya Pantas saja kejahatan narkotika digolongkan sebagai kejahatan yang sangat serius. Pantas juga, para pendekar anti narkoba selalu mengingatkan agar semua rakyat Indonesia tidak sekalipun coba-coba mengonsumsi narkoba. Pantas pula, pemerintah selalu mengingatkan betapa pentingnya  pengguna narkoba untuk segera bertobat dan berobat sebelum terlambat. Pantas pula jika sebagian besar rakyat Indonesia geram dengan banyaknya bandar yang masing beredar. Jangan salahkan juga jika rakyat meminta para bandar segera dijamah timah panas. Mari kita ingat, dalam urusan narkoba, negara ini sedang berada dalam situasi darurat. Fakta terus berbicara, dari tahun ke tahun fakta jahatnya narkoba yang mencengangkan mata selalu menghiasi layar kaca dan mencuri perhatian para kuli tinta untuk menempatkannya dalam editorial maupun tajuk rencana. Semua orang ramai berkomentar dan membicarakan narkoba, ketika kejadian buruk menimpa. Tiga tahun silam, 22 Januari 2012, Afriyani m...

Tak ada kejutan di Taken 3

Jumat, 10 Januari 2015, mata tertuju ke layar laptop yang sedang menampilkan trailer Taken 3. karena penggemar Liam Neeson, hasrat untuk menonton taken 3 makin kuat. Akhir pekan kesampaian juga menonton film ini. lima menit pertama teasernya tidak terlalu mengejutkan, karena sangat tipikal film hollywood. Melewati opening, drama yang kuat seperti ingin dituturkan oleh Luc Besson kepada pemirsa tentang sebuah keluarga yang bahagia tapi dalam kondisi tercerai berai. Lumayan lah,adegan membawa Panda oleh Kakek Liam, cukup membuat senyum simpul. Setelah setengah jam, tensi mulai meninggi ketika istri Brian Mills (Liam Neeson) tergorok di atas ranjangnya, dan inilah gerbang pembuka dari segala aksi yang bergulir dalam film. Brian dituduh membunuh tapi tak ngaku dan anda pasti tahu, akan ada kejar-kejaran polisi dan Bryan, Namun, dari kaca mata yang awam, saya kok tidak mendapatkan ketegangan yang berarti, saat kejar-kejaran mulai terjadi, karena sepertinya aksi yang ditampilkan sangat b...

Juniorku yang makin suka buku

mulai senang bermain dengan buku..meski endingnya pasti disobek sobek...Hehe..Keep Reading Nak Bro..

Sisa, Sabu Campuran Ala Yunani Yang Sangat Bahaya

Kelesuan ekonomi yang melanda sejumlah negara di dunia ternyata menyisakan sejumlah persoalan sosial yang sangat serius, seperti kriminalitas yang meningkat dan juga narkoba. Salah satu negara yang merasakan dampak dari krisis ekonomi adalah Yunani. Angka penyalahgunan narkoba yang meningkat menjadi ancaman serius. Narkoba ini bernama “Sisa”. Direktur Kethea (LSM anti narkoba) di Athena, Harambalos Poupoulos, menjelaskan, sisa adalah sabu yang dicampurkan dengan bahan kimia untuk pembuatan baterai. Cara penggunaannya bisa dihisap dan disuntikkan. Menurut Harambalos, trend penyalahgunaan narkoba ini tak lepas dari faktor krisis ekonomi yang melanda. “Banyak anak muda menjadi pengangguran dan tidak produktif lalu jatuh di pelukan narkoba bernama sisa”, ujarnya kepada media vice news. Ia juga menambahkan, narkoba sisa ini sangat berbahaya pada sang penggunanya. Menyambung pernyataan di atas, Konstantinos (32), seorang pecandu sisa mengatakan narkoba ini paling buruk di dunia. ...

Lagi, Selebritis Lawak Tersungkur di Pelukan Narkoba

Awal pekan ini, kita kembali dikejutkan dengan penangkapan selebritis dari kalangan pelawak senior, Tessy. Pelawak eks Srimulat ini ditangkap dengan barang bukti sabu. Dari keterangan Direktur TP Narkoba Bareskrim Polri, Tessy ditangkap pada Kamis, 23 Oktober 2014, di sebuah rumah di daerah Marga Mulya, Bekasi Utara. Tentu catatan hitam ini menambah daftar selebritis khususnya pelawa yang mengonsumsi narkoba. Saat ditangkap, pelawak ini sempat mencoba bunuh diri, hingga akhirnya harus menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Kasus narkoba di kalangan artis, memang seolah tiada hentinya. Pertanyaan yang sedikit klise muncul lagi? Apakah dunia narkoba paling parah di kalangan artis. Atau, apakah narkoba di kalangan pelawak justru paling rentan? Menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas memang butuh analisis yang kuat. Namun, jika dilihat dari pekerjaan seperti pelawak, tidak dipungkiri banyak elemen yang mesti mereka jaga. Rasa percaya diri, banyolan yang meledak-ledak, mat...