Skip to main content

Racun



Aku saat ini seperti selebritis
Diperbincangkan di setiap penjuru bumi
Katanya aku racun, tapi kok tampak seperti madu
Katanya aku membunuh, tapi  banyak jiwa bertekuk lutut dan menciumku
Setiap hari lembar surat kabar mencecar
Betapa diriku dihujat tapi banyak juga membelaiku sambil tertawa lebar

Banyak orang mencariku..
Di sudut gang, di sudut perbatasan hingga di tengah lautan
Dibawa dengan kapal mewah,  pernah
Dibalut dalam plastik bekas pun pasrah
Lalu bermalam di balik pakaian dalam pun lumrah

Aku dinilai terlalu tinggi..
Nominal rupiahnya menjulang  sentuh  langit
Tapi Ingat!!!!
aku itu pembunuh
Aku bantai berpuluh puluh anak negeri
Dalam satu kali rotasi bumi

Pasukan coklat, biru, hijau telah seret aku
Membakarku jadi abu
Tapi racun-racun lain masih bergerak ke sana kemari
Tertawa kecil
Mati satu, beredar tak terhitung

Aku memang racun..
Aku juga membunuh..
Aku pisahkan anak dengan ibu
Aku renggangkan ayah dengan anak

Aku racun, aku lukai otak
Aku cabik-cabik syaraf
Aku ciptakan anarki tingkat tinggi
Aku pemikat jiwa-jiwa menjadi nekat
Aku pemikat jiwa-jiwa menjadi bejat
Aku pantas dibunuh?
Ya…Aku pantas dibunuh




Comments

Popular posts from this blog

Perspektif

Riuh..Gaduh…keluh…  bercampur dengan peluh Mata telinga diguyur kabar kabur Simpang siur kadang melantur Mata terkikis opini Otak ditabrak argumentasi Pembenaran jadi rebutan Semua ingin muncul jadi pemenang Pemandangan terkadang indah Tapi sejenak terasa beralas kawah Nurani dan logika tak lagi se arah Lalu siapa yang dianggap salah Kucoba melihat lagi Dari sudut yang berbeda Jawabannya sama Aku bukan manusia sempurna Tidak pantas jadi hakim Introspeksi diri adalah titah yang pasti Ya sudah, aku cukup berdiri di satu garis Duduk manis dan melihat  apakah ada meringis dibingkai teralis.. Bekasi, 8 November

Ruang Publik Asik

Bagi kaum urban pastinya merindukan banyaknya ruang publik yang nyaman, asri, dan tentu saja yang asyik. Menciptakan ruang publik yang sesuai dengan selera dan harapan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butun niatan yang kuat dan muncul dari spirit dan motivasi kaum urban itu sendiri untuk dapat habitat dan ruang publik yang sesuai dengan ekspektasi. Artinya, tanpa harus berpikiran dengan uluran tangan dari pemerintah, masyarakat yang kreatif akan bisa menciptakan sebuah ruang publik yang asyik.  Meski secara konseptual ruang publik ini merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah dan dipersembahkan untuk warganya secara cuma-cuma namun tak ada salahnya muncul gerakan masyarakat yang juga mampu mengoptimalkan ruang atau lahan yang ada untuk menjadi sarana sosialisasi yang menghadirkan value tinggi untuk masyarakat itu sendiri. Ruang publik asyik bisa dikreasikan di lahan yang ada. Mengoptimalkan lahan yang ada di sekitar perumahan yang bisa disul...

Motivator Anti Narkoba

Belum lama ini, Pemkot Mojokerto bersama dengan BNN Kota Mojokerto mengukuhkan 270 Motivator Anti Narkoba. Menurut penulis, hal ini cukup unik, karena Mojokerto lebih memilih istilah “Motivator” bukan yang lainnya. Apapun istilahnya, penulis memberikan apresiasi atas kepedulian Pemkot dalam menanggulangi upaya narkoba. Bicara soal langkah ini, muncul pernyataan dari Walikotanya yaiu Mas’ud Yunus yang menyatakan bahwa langkah ini sebagai antisipasi makin maraknya penyalahgunaan narkoba di Mojokerto. Data yang ia terima menyebutkan, Mojokerto berada di posisi 15 penyalahgunaan narkoba tertinggi di Jawa Timur. Memang benar, upaya antisipasi harus masif, harus proaktif. Artinya, upaya penanggulangan harus melibatkan segala lini atau potensi di sebuah daerah. Hanya mengandalkan aparat penegak hukum bukanlah solusi. Karenanya, kepedulian kepala daerah dalam mengomandani sebuah gerakan penanggulangan narkoba patut mendapatkan apresiasi dan diberikan dukungan yang besar. Jika sudah ...