Skip to main content

Akhirnya Bertemu di Mimpi

Setiap hari, aku selalu berdoa agar aku bisa dipertemukan  bapak saya, atau yang akrab saya panggil "Apa", yang telah meninggalkan kami pada 13 Oktober 2016 lalu, meski hanya dalam  mimpi. keinginan untuk bertemu begitu besarnya, karena aku tidak bisa menemani beliau saat akan dipanggil Yang Maha Kuasa. Aku merasa sangat tak berbakti karena tidak bisa mengiringinya dari mulai beliau menghembuskan nafas terakhirnya, hingga menguburkannya. Aku benar-benar tidak melihatnya.

Rasa sedih yang mendalam, karena tak sempatnya diriku untuk mengucapkan permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah kuperbuat pada beliau.

Syukurlah, dalam mimpi tadi malam, Rabu dini hari (9/11) aku bisa bercengkrama, bisa mengobrol dengan dirinya walau hanya beberapa detik saja. Dan aku juga merasakan sedih yang begitu besar ketika kami harus saling berpamitan, beliau hilang ditelan cahaya sedangkan saya tiba-tiba bangun terjaga.

Aku tidak tahu apakah ini hanya ilusi atau hanya kembang tidur, tapi yang pasti, aku melihat sosok almarhum yang begitu segar, begitu muda, dan begitu gagahnya saat mengajaku berbicara...Dia tampak bahagia di alam sana...

Semoga Engkau Tenang di sana Apa Sarjim yang aku sayangi...




Comments

Popular posts from this blog

Perspektif

Riuh..Gaduh…keluh…  bercampur dengan peluh Mata telinga diguyur kabar kabur Simpang siur kadang melantur Mata terkikis opini Otak ditabrak argumentasi Pembenaran jadi rebutan Semua ingin muncul jadi pemenang Pemandangan terkadang indah Tapi sejenak terasa beralas kawah Nurani dan logika tak lagi se arah Lalu siapa yang dianggap salah Kucoba melihat lagi Dari sudut yang berbeda Jawabannya sama Aku bukan manusia sempurna Tidak pantas jadi hakim Introspeksi diri adalah titah yang pasti Ya sudah, aku cukup berdiri di satu garis Duduk manis dan melihat  apakah ada meringis dibingkai teralis.. Bekasi, 8 November

Ruang Publik Asik

Bagi kaum urban pastinya merindukan banyaknya ruang publik yang nyaman, asri, dan tentu saja yang asyik. Menciptakan ruang publik yang sesuai dengan selera dan harapan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butun niatan yang kuat dan muncul dari spirit dan motivasi kaum urban itu sendiri untuk dapat habitat dan ruang publik yang sesuai dengan ekspektasi. Artinya, tanpa harus berpikiran dengan uluran tangan dari pemerintah, masyarakat yang kreatif akan bisa menciptakan sebuah ruang publik yang asyik.  Meski secara konseptual ruang publik ini merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah dan dipersembahkan untuk warganya secara cuma-cuma namun tak ada salahnya muncul gerakan masyarakat yang juga mampu mengoptimalkan ruang atau lahan yang ada untuk menjadi sarana sosialisasi yang menghadirkan value tinggi untuk masyarakat itu sendiri. Ruang publik asyik bisa dikreasikan di lahan yang ada. Mengoptimalkan lahan yang ada di sekitar perumahan yang bisa disul...

Motivator Anti Narkoba

Belum lama ini, Pemkot Mojokerto bersama dengan BNN Kota Mojokerto mengukuhkan 270 Motivator Anti Narkoba. Menurut penulis, hal ini cukup unik, karena Mojokerto lebih memilih istilah “Motivator” bukan yang lainnya. Apapun istilahnya, penulis memberikan apresiasi atas kepedulian Pemkot dalam menanggulangi upaya narkoba. Bicara soal langkah ini, muncul pernyataan dari Walikotanya yaiu Mas’ud Yunus yang menyatakan bahwa langkah ini sebagai antisipasi makin maraknya penyalahgunaan narkoba di Mojokerto. Data yang ia terima menyebutkan, Mojokerto berada di posisi 15 penyalahgunaan narkoba tertinggi di Jawa Timur. Memang benar, upaya antisipasi harus masif, harus proaktif. Artinya, upaya penanggulangan harus melibatkan segala lini atau potensi di sebuah daerah. Hanya mengandalkan aparat penegak hukum bukanlah solusi. Karenanya, kepedulian kepala daerah dalam mengomandani sebuah gerakan penanggulangan narkoba patut mendapatkan apresiasi dan diberikan dukungan yang besar. Jika sudah ...