Skip to main content

Keenan Makin Lincah

Dah lama ga ngisi blog..hmm topik yang ingin dikedepankan tetap dong tentang perkembangan anak saya yang super ganteng. Masuk ke usia 8 bulan, tepatnya kemaren pada tanggal 2 Oktober, Keenan menunjukkan banyak hal. Sekarang, gigi dua sudah tajam, lalu gerakan merayap bak tentara lagi di medan perang makin kencang, dan sudah mulai menapakkan pantatnya untuk bisa duduk dengan enjoy (meski masih bergoyang-goyang labil).
Benar kata orang tua ya, sebelum mendapatkan “skill”, anak kita pasti ditempa dengan berbagai cobaan, seperti hangat, rewel, meler, bahkan sempat terjadi bopeng2 merah bernama “gabaken” (padanan bahasa Indonesianya sangat sulit dicari).
Yang patut dicatat dari peristiwa “gabaken”, tepatnya pada 21 September lalu, di situ saya benar-benar mengapresiasi inisiatif dari pengasuh saya bernama Mba Lia yang mencetuskan ide yang awalnya saya anggap aneh. Kata dia, untuk mengatasi gabaken, cara yang cukup jitu adalah dengan mengoleskan campuran asem jawa dan terasi…Saat itu yang terlintas di pikiran saya, Keenan akan berubah baunya seperti sambel terasi..dan tinggal hidangkan saja bersama dengan pete dan jengkol..hehehehhe. Namun cara extra ordinary ini rupanya berhasil-sil-sil…Keenan ga lagi ada bopeng merah di seluruh wajahnya…Bahkan Keenan terlihat lebih berkilau…So, kawan-kawan, cobalah terasi untuk memuluskan wajah anda…


Comments

Popular posts from this blog

Perspektif

Riuh..Gaduh…keluh…  bercampur dengan peluh Mata telinga diguyur kabar kabur Simpang siur kadang melantur Mata terkikis opini Otak ditabrak argumentasi Pembenaran jadi rebutan Semua ingin muncul jadi pemenang Pemandangan terkadang indah Tapi sejenak terasa beralas kawah Nurani dan logika tak lagi se arah Lalu siapa yang dianggap salah Kucoba melihat lagi Dari sudut yang berbeda Jawabannya sama Aku bukan manusia sempurna Tidak pantas jadi hakim Introspeksi diri adalah titah yang pasti Ya sudah, aku cukup berdiri di satu garis Duduk manis dan melihat  apakah ada meringis dibingkai teralis.. Bekasi, 8 November

Ruang Publik Asik

Bagi kaum urban pastinya merindukan banyaknya ruang publik yang nyaman, asri, dan tentu saja yang asyik. Menciptakan ruang publik yang sesuai dengan selera dan harapan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butun niatan yang kuat dan muncul dari spirit dan motivasi kaum urban itu sendiri untuk dapat habitat dan ruang publik yang sesuai dengan ekspektasi. Artinya, tanpa harus berpikiran dengan uluran tangan dari pemerintah, masyarakat yang kreatif akan bisa menciptakan sebuah ruang publik yang asyik.  Meski secara konseptual ruang publik ini merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah dan dipersembahkan untuk warganya secara cuma-cuma namun tak ada salahnya muncul gerakan masyarakat yang juga mampu mengoptimalkan ruang atau lahan yang ada untuk menjadi sarana sosialisasi yang menghadirkan value tinggi untuk masyarakat itu sendiri. Ruang publik asyik bisa dikreasikan di lahan yang ada. Mengoptimalkan lahan yang ada di sekitar perumahan yang bisa disul...

Motivator Anti Narkoba

Belum lama ini, Pemkot Mojokerto bersama dengan BNN Kota Mojokerto mengukuhkan 270 Motivator Anti Narkoba. Menurut penulis, hal ini cukup unik, karena Mojokerto lebih memilih istilah “Motivator” bukan yang lainnya. Apapun istilahnya, penulis memberikan apresiasi atas kepedulian Pemkot dalam menanggulangi upaya narkoba. Bicara soal langkah ini, muncul pernyataan dari Walikotanya yaiu Mas’ud Yunus yang menyatakan bahwa langkah ini sebagai antisipasi makin maraknya penyalahgunaan narkoba di Mojokerto. Data yang ia terima menyebutkan, Mojokerto berada di posisi 15 penyalahgunaan narkoba tertinggi di Jawa Timur. Memang benar, upaya antisipasi harus masif, harus proaktif. Artinya, upaya penanggulangan harus melibatkan segala lini atau potensi di sebuah daerah. Hanya mengandalkan aparat penegak hukum bukanlah solusi. Karenanya, kepedulian kepala daerah dalam mengomandani sebuah gerakan penanggulangan narkoba patut mendapatkan apresiasi dan diberikan dukungan yang besar. Jika sudah ...