Skip to main content

Posts

Keenan Sudah Berani Tampil

Hari ini tanggal 20 Mei. Tepat di hari kebangkitan nasional, anak saya kembali menunjukkan nyalinya untuk menguasai panggung. Ya, di hari perpisahan Play Group periode 2016/17, ia mengisi acara sebagai salah satu penari Potong Bebek. Gerakannya memang semaunya hhee, dicampur lupa, tapi dia berani naik ke panggung, berani menghadapi riuh tawa para orang tua yang melihatnya. Teruslah berani, dalam segala hal positif. Sebenarnya ini juga pesan untuk diri kita sebagai orang tua, yang juga harus menambah keberanian dalam berbagai hal terutama dalam menembus zona nyaman. terlalu lama dibuai dalam zona nyaman membuat dinding rasa malu begitu tebal, dan parahnya dinding malu ini dilapisi oleh "Cat" berwarna gengsi berkilau. Tepat di hari ini, kita semua memang harus bangkit, lalu hijrah, dan menjadi orang yang lebih baik. Sudah banyak pepatah baik dari jaman nabi hingga para motivator masa kini bahwa berbuat yang lebih baik di hari ini dari hari kemarin adalah sebuah hal positif ...

Pencerahan Dari Seorang Samurai

Kemarin saya mendapat pencerahan yang sangat mendalam tentang sebuah filosofi kehidupan dari sebuah puisi karya Yamaoka Tesshu, seorang Samurai yang hidup pada periode  10 Juni 1836 – 19 Juli 1888  sekaligus seorang pendeta Zen. Tiga bait puisi ini tertulis dalam Bahasa Inggris : The moon does not think to be reflected Nor does the water  think to reflect In the Hirosawa Pond Entah apa yang sebenarnya disampaikan oleh Yamaoka. Tapi saya melihat, ini bukan hanya sekedar keindahan bulan yang terpantul di permukaan air. Akan tetapi ada sebuah makna yang sangat dalam tentang kehidupan. Bagi saya bulan bisa mewakili keindahan, penerangan dan juga bisa mewakili pencerahan. Sementara air, bisa mewakili ketenangan, akan tetapi juga bisa menunjukkan sebuah kekuatan yang tak terbatas. Jika dianalogikan dalam sebuah konsepsi kehidupan, maka saya mencoba untuk menerka gagasan atau ide inti yang ingin dihadirkan oleh penulisnya. Pada akhirnya saya berpendapa...

Panen Ikan Perdana

Tepat tanggal 25 Desember 2016, saya akhirnya bisa menyaksikan panen ikan untuk yang perdana. Memang sih modal awal yang dikeluarkan sangat kecil karena namanya juga masih belajar untuk merintis sebuah bisnis. sehingga keuntungan yang diperoleh pun belum begitu banyak. Tapi apapun hasilnya, Alhamdulillah..ini menjadi berkah. Ikan yang ditanam itu, Mujaer, Ikan Mas dan Tawes. Baru tiga saja yang saya coba mengingat tiga jenis ikan ini yang sangat laris di pasaran. Untuk mengurus kolamm ikan yang luasnya 80 M2, ini saya mempercayakan pada Pak Maman. Ia adalah seorang juraga kolam ikan, yang memiliki ratusan meter bahkan mendekati ribuan meter kolam ikan di kawasan Sukajadi Ciamis. Kualitas kolam ikannya pun sangat terkenal di Ciamis, karena dengan kualitas air yang ada sangat berpengaruh pada kualitas rasa daging ikan itu sendiri. Setelah diurus selama empat bulan lamanya, mulai September dan panen di bulan Desember, saya melihat ini menjadi bisnis yang potensial ke depan..aamiin ...

Super

Guyuran air dari langit tak membuat pahit keringat hanyut tak membuat takut Tugu ikonik itu jadi saksi utama lautan manusia memanjatkan doa (foto : dari grup WA) Jutaan bersatu dalam takbir membuat mata ini tak kuasa berair Luar biasa.. Subhanalloh.. Dua kata itu yang hanya bisa mewakili Sejuk, damai..itulah Islam sesungguhnya Keteduhan ini harus terus ada doa-doa bentengi bangsa jadi payung penyingkir bala negara biar tegak sentosa ya Allah..semoga Indonesia tetap bersatu nan Jaya

Selamat Siang

Ketika jemari dan otak tidak saling menyapa maka rehat mungkin jadi jalan keluarnya tapi karya tidak bisa ditunda maka, tulislah meski satu atau dua kata teruslah menulis... #GerakanIndonesiaMenulis

Niat dan Disiplin

Untuk menjadi seorang penulis handal, Pak FX Rudy Gunawan, salah seorang penulis di Indonesia menyebutkan dua hal penting harus muncul yaitu Niat dan Disiplin. Saat ini, tak ada istilah, menulis itu karena bakat. Menurutnya, menulis itu bisa dilakukan asal benar-benar didasari niat untuk membuat sebuah tulisan dan memiliki disiplin untuk mem push diri sendiri agar menulis secara konsisten. Tapi selain itu, kita juga perlu membekali diri untuk membaca banyak buku sehingga kita punya banyak referensi dan juga memperkaya diksi.   foto : narasumber Ibu Ariani Djalal sedang jelaskan cara nulis kreatif di Medsos Pesan sederhana itu saya dapatkan ketika menjadi peserta pelatihan Menulis Kreatif di Kominfo, Sabtu (26/11).  Memang benar sih, dua hal ini sering dilupakan orang, apalagi bagi saya seorang yang baru belajar menjadi penulis. Pelatihan yang saya jalani kemarin cukup mengesankan. Tidak banyak teori menulis, tapi yang penting adalah praktek. Kami pesert...

Bersatu

Ketika dunia di genggaman tangan Jemari telanjang bisa jadi pembunuh bayaran Kita ditempa menyaring makna Melihat kebenaran dari sudut pandang  bijaksana Bangsa ini dibangun susah payah Tidak boleh kita kalah Sejengkal juga jangan lengah Apalagi terhempas oleh amarah Menyatu dan padu patut dirindu Indonesia di Hatiku Indonesia di Hatimu Kita memang harus bersatu….. Jakarta, 16 Nov 2016…. 11.20 AM